-->

Saling Menjaga, Bukan Saling Menyalahkan



اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

۞ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞

Perempuan berkata,
"Mengapa perempuan sering menjadi korban? Kenapa sebagian laki-laki memandang dengan cara yang tidak semestinya?"

Laki-laki berkata,
"Mengapa laki-laki selalu disalahkan? Kenapa sebagian perempuan tidak lebih menjaga dirinya?"

Daripada saling menyalahkan, bukankah lebih baik jika masing-masing introspeksi dan berusaha menunaikan kewajibannya?

Perempuan berusaha menjaga kehormatan dirinya dengan berpakaian syar'i dan berakhlak mulia. Laki-laki pun berjuang menjaga pandangan, mengendalikan hawa nafsu, serta memelihara hati dari hal-hal yang tidak halal baginya.

Sebagaimana dikatakan oleh para ulama:

"Ujian terbesar bagi perempuan adalah bagaimana menjaga dirinya agar tidak menjadi pusat perhatian, sedangkan ujian terbesar bagi laki-laki adalah bagaimana menjaga pandangannya dari hal-hal yang diharamkan."

Karena itu, kemuliaan seorang perempuan tampak dari kesungguhannya menjaga kehormatan, kesederhanaan, dan rasa malunya. Sementara kemuliaan seorang laki-laki terlihat dari kemampuannya menundukkan pandangan, menjaga adab, serta menghormati setiap perempuan.

Catatan:

Perintah ghaddul bashar (menundukkan pandangan) tidak hanya menjadi tanggung jawab laki-laki, tetapi juga perempuan. Oleh sebab itu, baik ikhwan maupun akhwat hendaknya bijak dalam menampilkan diri, termasuk di media sosial, agar tidak menjadi sebab munculnya fitnah atau terganggunya pandangan saudara seiman.

Semoga Allah ﷻ senantiasa membimbing kita untuk saling menjaga, bukan saling menyalahkan; saling mengingatkan, bukan saling menjatuhkan.

Wallāhu a'lam bish-shawāb.

Postingan Nafisyah Rahma Az Zzahrah

0 Response to "Saling Menjaga, Bukan Saling Menyalahkan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel